STRATEGI PERTAHANAN SIBER NASIONAL SEBAGAI IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DI ERA KECERDASAN BUATAN

Authors

Keywords:

Pertahanan Siber, Kecerdasan Buatan, Wawasan Nusantara, Keamanan Siber, Ketahanan Nasional

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang eksponensial, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), telah memicu transformasi yang sangat berimplikasi pada lanskap keamanan siber global. Dinamika ini secara langsung memengaruhi arsitektur dan sistem pertahanan siber nasional di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif strategi pertahanan siber nasional sebagai bentuk nyata implementasi Wawasan Nusantara di era kecerdasan buatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap pelbagai sumber ilmiah mutakhir, dokumen kebijakan negara, serta publikasi lembaga otoritatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan memiliki peran yang bersifat dualistik; di satu sisi bertindak sebagai instrumen strategis yang meningkatkan kapabilitas deteksi dini, analisis prediktif, dan mitigasi otomatis terhadap ancaman siber, namun di sisi lain bertindak sebagai katalisator yang memperumit karakteristik ancaman siber itu sendiri menjadi semakin adaptif, mandiri (autonomous), dan sulit diprediksi. Kondisi ini menuntut adanya pergeseran paradigma dalam sistem pertahanan siber nasional, dari pendekatan reaktif-konvensional menuju pendekatan proaktif, adaptif, dan berbasis kecerdasan mesin. Lebih jauh, Wawasan Nusantara terbukti memiliki relevansi yang sangat strategis sebagai landasan filosofis dan konseptual dalam menjaga kedaulatan digital (digital sovereignty) serta memperkuat sistem ketahanan nasional secara paripurna. Implementasi pertahanan siber tidak boleh direduksi semata-mata pada aspek teknis-operasional, melainkan harus merefleksikan nilai-nilai fundamental kebangsaan, prinsip kesatuan wilayah—baik fisik maupun siber—dan kepentingan nasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya orkestrasi dan sinergi antara adopsi teknologi mutakhir, regulasi yang adaptif, konsolidasi kelembagaan, serta akselerasi kualitas sumber daya manusia. Pendekatan kolaboratif model pentahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media) lintas sektor menjadi elemen kunci dalam merealisasikan ekosistem keamanan siber yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan pertahanan siber nasional di era kecerdasan buatan merupakan suatu keniscayaan strategis yang harus dieksekusi secara holistik untuk menjamin stabilitas, kedaulatan digital, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah pergolakan geopolitik digital global.

References

[1] M. CASTELLS, THE RISE OF THE NETWORK SOCIETY. OXFORD, UK: BLACKWELL, 2010.

[2] S. RUSSELL AND P. NORVIG, ARTIFICIAL INTELLIGENCE: A MODERN APPROACH, 4TH ED. NEW JERSEY, USA: PEARSON, 2021.

[3] J. S. NYE JR., THE FUTURE OF POWER. NEW YORK, USA: PUBLICAFFAIRS, 2017.

[4] BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA, LAPORAN TAHUNAN KEAMANAN SIBER NASIONAL. JAKARTA, INDONESIA: BSSN, 2020.

[5] G. A. SUSANTO, “TINJAUAN KRITIS ATAS BERKEMBANGNYA MEDIA SOSIAL DAN ANCAMAN TERHADAP MEDIA MAINSTREAM MENURUT MANUEL CASTELLS,” JURNAL ILMIAH KOMUNIKASI, VOL. 11, NO. 1, PP. 6–16, 2025.

[6] LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, WAWASAN NUSANTARA DAN KETAHANAN NASIONAL. JAKARTA, INDONESIA: LEMHANNAS RI, 2018.

[7] EUROPEAN UNION AGENCY FOR CYBERSECURITY, ARTIFICIAL INTELLIGENCE AND CYBERSECURITY: CHALLENGES AND OPPORTUNITIES. BRUSSELS, BELGIUM: ENISA, 2021.

[8] INTERNATIONAL TELECOMMUNICATION UNION, GLOBAL CYBERSECURITY INDEX. GENEVA, SWITZERLAND: ITU, 2020.

[9] KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA, STRATEGI NASIONAL KEAMANAN SIBER INDONESIA. JAKARTA, INDONESIA: KOMINFO RI, 2022.

[10] J. W. CRESWELL, RESEARCH DESIGN: QUALITATIVE, QUANTITATIVE, AND MIXED METHODS APPROACHES. CALIFORNIA, USA: SAGE PUBLICATIONS, 2014.

[11] SUGIYONO, METODE PENELITIAN KUALITATIF, KUANTITATIF, DAN R&D. BANDUNG, INDONESIA: ALFABETA, 2017.

[12] L. J. MOLEONG, METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF. BANDUNG, INDONESIA: REMAJA ROSDAKARYA, 2018.

[13] M. B. MILES, A. M. HUBERMAN, AND J. SALDAÑA, QUALITATIVE DATA ANALYSIS: A METHODS SOURCEBOOK. CALIFORNIA, USA: SAGE PUBLICATIONS, 2014.

[14] N. K. DENZIN AND Y. S. LINCOLN, THE SAGE HANDBOOK OF QUALITATIVE RESEARCH. CALIFORNIA, USA: SAGE PUBLICATIONS, 2018.

[15] ORGANISATION FOR ECONOMIC CO-OPERATION AND DEVELOPMENT, ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN SOCIETY. PARIS, FRANCE: OECD PUBLISHING, 2019.

[16] BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA, LAPORAN TAHUNAN KEAMANAN SIBER NASIONAL. JAKARTA, INDONESIA: BSSN, 2023.

[17] WORLD ECONOMIC FORUM, GLOBAL CYBERSECURITY OUTLOOK. GENEVA, SWITZERLAND: WEF, 2022.

[18] NATIONAL INSTITUTE OF STANDARDS AND TECHNOLOGY, FRAMEWORK FOR IMPROVING CRITICAL INFRASTRUCTURE CYBERSECURITY. GAITHERSBURG, USA: NIST, 2018.

[19] UNITED NATIONS EDUCATIONAL, SCIENTIFIC AND CULTURAL ORGANIZATION, RECOMMENDATION ON THE ETHICS OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE. PARIS, FRANCE: UNESCO, 2021.

[20] KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA, BUKU PUTIH PERTAHANAN INDONESIA. JAKARTA, INDONESIA: KEMHAN RI, 2015.

[21] KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA, PETA JALAN TRANSFORMASI DIGITAL INDONESIA 2021–2024. JAKARTA, INDONESIA: KOMINFO RI, 2021.

Published

26-04-2026

How to Cite

STRATEGI PERTAHANAN SIBER NASIONAL SEBAGAI IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DI ERA KECERDASAN BUATAN. (2026). Connectedness: Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Komputer, 1(1), 76-84. https://journal.arahnesia.id/index.php/CJPTK/article/view/13